JAROE (JARINGAN ANEUK RUPA NANGGROE)

Aceh patut berbangga memiliki nama-nama seperti Roun Kelana, Mahdi Abdullah,atau A.D Pirous mereka merupakan seniman-seniman terbaik yang dimiliki bumi Aceh. Namun apakah generasi mereka sekarang bisa mencapai level tertinggi seperti mereka, tentu hanya waktu yang bisa menjawabnya, karena kondisi Aceh terus menerus berada dalam konflik, sehinggasampai saat ini belum kita dengar ada nama seniman muda Aceh yang mampu bersaing dengan para senior mereka itu, apalagi sedikitnya perhatian dari para pemerintah untuk menunjang kreatifitas mereka.

Berangkat dari hal-hal demikian sekelompok seniman muda mencoba menerobos dengan membentuk komunitas JAROE (Jaringan Aneuk Rupa Nanggroe) lembaga  ini baru diresmikan pada tanggal 14/7 dan Museum Tsunami Aceh menjadi pilihan para seniman ini sebagai tempat launching komunitas bagi perupa.

Lembaga ini langsung di resmikan oleh perwakilan gubernur Aceh, juga hadir pada malam peresmian itu perwakilan dari wakil walikota, seniman senior, dan juga para seniman-seniman muda tanah rencong yang menambah semarak launcing lembaga jaroe.

Ketua lembaga jaroe Fadhlan Bachtiar mengatakan bahwa Aceh sudah sangat lama vacum akan kesenian rupa, banyak permasalahan kenapa hal itu terjadi seperti tidak ada wadah/tempat bagi para seniman rupa ini untuk berkreatifitas serta juga masih kurangnya perhatian dari pemerintah dan dia juga menyinggung sedikit akan gedung tsunami yang begitu megah namun untuk mengisi gedung itu  dengan segala sesuatu yang berbau kesenian rupa Aceh yang bertaraf internasional belum terpenuhi dengan baik ungkapnya saat memberikan sambutan.

Keberadaan jaroe ini nantinya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan perupa Aceh dengan program dan kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan di kemudian hari ungkap perwakilan wakil walikota dalam sambutannya.

acara launching ini juga sedikit di selimuti gerimis hujan, namun hal itu tidak membuat proses tata acara kegiatan peresmian ini menjadi bubar, para tamu dan undangan tetap terlihat santai hingga proses terakhir saat perwakilan wakil gubernur melepas balon yang menandai resminya lembaga jaroe ini.

Saat konferensi pers Fadhlan mengatakan kalau lembaga jaroe ini memiliki fungsi untuk  memberikan edukasi seni rupa, memberikan perlindungan bagi karya-karya seni rupa anak nanggroe serta sebagai wadah bagi para perupa Aceh untuk berkreatifitas.

Jaroe juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi para seniman muda yang memiliki motivasi dan bakat seni untuk bergabung di lembaga ini dimana nantinya sama-sama bergerak untuk berbuat yang terbaik bagi Aceh.” Kita mengajak para seniman /teman-teman yang memiliki motivasi dan jiwa kesenian untuk bergabung di jaroe guna memperbaiki bidang seni rupa di Aceh” Ungkap Fadhlan.

Untuk saat ini jaroe hanya berada di Banda Aceh, tapi dalam waktu dekat lembaga ini akan segera menjamah setiap pelosok daerah di Aceh untuk memperluas jaringan mereka guna mensukseskan  apa yang menjadi cita-cita lembaga jaroe.

Fadhlan juga mengatakan kalau jaroe memiliki mimpi suatu saat nanti (beberapa puluh tahun kedepan) Aceh akan memiliki Art Aceh Galery dimana tempat ini nantinya menjadi media bagi pajangan karya-karya seni aneuk nanggroe karena para seniman sangat merasa bangga ketika hasil karyanya di hargai, juga menjadi saran bagi edukasi seni terhadap masyarakat, karena masyarakat harus diberikan pemahaman tentang seni agar mencintai kesenian, dan berharap para perupa aceh agar terus bekarya. Tutupnya

Pameran Seni Rupa

Dalam acara launching lembaga jaroe para seniman rupa ini juga mengadakan pagelaran seni yang bertajuk “pameran Seni Rupa Aneuk Nanggroe” yang berlangsung dari tanggal 14-16 juli 2012 pameran tersebut sengaja dilaksanakan untuk memeriahkan peresmian lembaga jaroe, ungkap Fadhlan

Pameran itu sendiri menghadirkan kurang lebih 65 buah karya seniman rupa ini, seperti lukisan, sketsa, karikatur, fotografi, komik, kartun dan lain-lain yang merupakan buah karya para seniman muda Aceh.

Akmal pengunjung yang datang melihat pameran ini mengatakan kalau lukisan-lukisan yang di pamerkan begitu menarik menurutnya”saya suka sekali dengan pameran ini, banyak sekali lukisan bagus, tapi saya paling suka gambar sketsa hasan tiro, mirip kali dengan aslinya” ungkapnya

Pameran yang di adakan selama 3 hari ini juga tidak memungut biaya bagi para pengunjung yang mau masuk kedalam.

Pameran ini merupakan gerak awal sepak terjang jaroe, untuk mengambil semangat kedepan agar terus bekarya. (IK)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s