Ie bu on Kayee, Tradisi di Bulan Puasa

 

Tidak terasa sudah sepekan lebih kita berpuasa di bulan yang penuh berkah ini, beragam penganan berbuka pasti sudah kita rasa, mulai dari kue, kurma, es kelapa, es teler atau lain sebagainya tentu pernah menghiasai meja makan kita sepekan kebelakang ini, namun pernah kita mencoba ie bu on kayee yang merupakan kuliner khas Aceh di bulan Ramadhan.

Setiap tempat di Aceh pada bulan puasa setiap sore menjelang berbuka pasti menyanyikan ie bu on kayee untuk menu berbuka, untuk daerah pidie biasa menyebut dengan ie bu on kayee karena dalam meracik bumbu untuk ie bu tersebut menggunakan bermacam ragam daun-daunan.

Rasa ie bu on kayee hampir sama seperti bubur kanji rumbi atau bubur ayam. Tapi ada yang khas, rasa pedasnya. Ramuan dedauanan yang bercampur jahe, kunyit, dan lada dapat membuat orang yang mencicipinya segar dan bertenaga.

Bahan-bahan yang dimaksud seperti daun saga, memang tidak tumbuh di sembarang tempat, ia hanya ada di daerah-daerah hutan. Selain daun saga, untuk membuat ie bu on kayee juga diperlukan beras, kacang hijau, jagung, merica, kunyit, dan aneka bahan lainnya hingga lengkap menjadi 44 macam.

Ke 44 bahan tadi tidak langsung dikonsumsi begitu saja, melainkan diolah dulu dengan cara dikeringkan, kemudian disangrai dan ditumbuk kasar. Hasil tumbukan inilah yang menjadi penguat rasa dan bahan utama untuk membuat ie bu on kayee.

Untuk mengolahnya, masih diperlukan bahan-bahan lain seperti kelapa setengah tua, jagung muda, ketela, daun pepaya, serai, dan daun jeruk. Setelah dirajang dan dipotong kecil-kecil semua bahan ini direbus, baru setelah itu diberi campuran hasil racikan 44 jenis bahan tadi.

Kuliner yang satu ini sering menjadi menu wajib untuk berbuka, selain karena rasanya yang enak, ie bu on kayee ini juga dipercaya bisa menyehatkan badan menghalau berbagai penyakit seperti maag dan masuk angin, dan yang jelas akan meningkatkan daya tahan tubuh. karena terbuat dari bahan-bahan yang mengandung karbohidrat dan rempah-rempah.

Di gampong Kambuek Kab Pidie, tradisi ie bu on kayee selalu dilaksanakan setiap bulan puasa, adalah Affan (53) yang bertugas memasaknya dan dia sudah menghabiskan 10 tahun untuk menjadi koki ie bu on kayee ini.

Aktifitas di dapur (tempat memasak ie bu on kayee) mulai dari jam 15.00, lelaki yang tidak lagi muda ini terlihat sibuk menyiapkan peralatan-peralatan untuk memasak, kayu-kayu kering sebagai bahan bakar sudah di masukkan ke dalam tungku perapian dan tinggal menyalakan api saja, tahap awal proses mengolah ie bu on kayee ini sudah selesai, tinggal memasukkan bahan-bahan ke kuali besar dan jangan lupa mengaduk agar tidak menguap dan tumpah.

Kurang lebih 1 jam kuliner khas ini sudah masak dan para anak-anak di gampong ini sudah berkumpul dengan memegang wadah di tangan mereka sebagai tempat untuk menaruh ie bu on kayee ini untuk di bawa pulang ke rumah sebagai menu sehat untuk berbuka.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s