‘Liverpool Memang Pantas Memuncaki Klasemen’

sterlingliverpooli
Liverpool kini menguasai puncak klasemen usai menghantam Tottenham Hotspur. Raheem Sterling menilai timnya memang pantas berada di sana karena serangkaian penampilan oke tahun ini.

Setelah terakhir kali berada di puncak di hari Natal, Liverpool kini kembali menguasai klasemen berbekal kemenangan 4-0 atas Spurs di pekan ke-32.

Ini adalah kemenangan ke-11 ‘Si Merah’ dari 13 laga selepas pergantian tahun dan hanya dua hasil imbang yang didapat. Mereka adalah satu-satunya tim yang belum terkalahkan di tahun 2014.

Sudah begitu mereka juga kerap menang dengan skor besar dan kemenangan atas Spurs ini adalah untuk ke-11 kalinya mereka mampu bikin minimal empat gol atau lebih dalam semusim, yang merupakan rekor baru di Premier League.

“Target kami adalah mendapatkan tiga poin hari ini, dan kredit sebesar-besarnya kepada para pemain,” ujar Sterling di Sky Sports.

“Perasaan ini sangat senang, bukan hanya untuk saya tapi juga keseluruhan tim,” sambungnya.

“Senang rasanya bisa menguasai puncak klasemen usai kemenangan hari ini. Tim tampil sangat hebat dan para pemain memang pantas berada di puncak klasemen.” (detiksport)

Iklan

Hukum Pidana

PENGERTIAN HUKUM PIDANA DAN TINDAK PIDANA, UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA, SYARAT MELAWAN HUKUM, KESALAHAN, PERCOBAAN (POOGING), GABUNGAN TINDAK PDANA (SAMENLOOP) DAN PENYERTAAN

A. PENGERTIAN HUKUM PIDANA DAN TINDAK PIDANA
Hukum pidana adalah bagian dari keseluruhan hukum yang berlaku disuatu negara, yang mengadakan dasar-dasar atau aturan-aturan untuk :
– Menentukan perbuatan-perbuatan mana yang tidak boleh dilakukan, yang dilarang, dengan disertai ancaman atau sangsi berupa pidana tertentu bagi barang siapa melanggar larangan tersebut
– Menentukan kapan dan dalam hal-hal apa kepada mereka yang telah melanggar larangan-larangan itu dapat dikenakan atau dijatuhi pidana sebagaimanayang telah diancamkan
– Menentukan dengan cara bagaimana pengenaan pidana itu dapat dilaksanakan apabila ada orang yang disangka telah melanggar larangan tersebut.
Dalam ilmu hukum ada perbedaan antara istilah “pidana” dengan istilah “hukuman”. Sudarto mengatakan bahwa istilah “hukuman” kadang-kadang digunakan untuk pergantian perkataan “straft”, tetapi menurut beliau istilah “pidana” lebih baik daripada “hukuman. Menurut Muladi dan Bardanawawi Arief “Istilah hukuman yang merupakan istilah umum dan konvensional, dapat mempunyai arti yang luas dan berubah-ubah karena istilah itu dapat berkonotasi dengan bidang yang cukup luas. Istilah tersebut tidak hanya sering digunakan dalam bidang hukum, tetapi juga dalam istilah sehari-hari dibidang pendidikan, moral, agama, dan sebagainya. Oleh karena pidana merupakan istilah yang lebih khusus, maka perlu ada pembatasan pengertian atau makna sentral yang dapat menunjukan cirri-ciri atau sifat-sifatnya yang khas”. Pengertian tindak pidana yang di muat di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) oleh pembentuk undang-undang sering disebut denganstrafbaarfeit. Para pembentuk undang-undang tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai strafbaarfeit itu, maka dari itu terhadap maksud dan tujuan mengenai strafbaarfeit tersebut sering dipergunakan oleh pakar hukum pidana dengan istilah tindak pidana, perbuatan pidana, peristiwa pidana, serta delik.

B. UNSUR-UNSUR TINDAK PIDANA
Unsur formal meliputi :
• Perbuatan manusia, yaitu perbuatan dalam arti luas, artinya tidak berbuat yang termasuk perbuatan dan dilakukan oleh manusia.
• Melanggar peraturan pidana. dalam artian bahwa sesuatu akan dihukum apabila sudah ada peraturan pidana sebelumnya yang telah mengatur perbuatan tersebut, jadi hakim tidak dapat menuduh suatu kejahatan yang telah dilakukan dengan suatu peraturan pidana, maka tidak ada tindak pidana.
• Diancam dengan hukuman, hal ini bermaksud bahwa KUHP mengatur tentang hukuman yang berbeda berdasarkan tindak pidana yang telah dilakukan.
• Dilakukan oleh orang yang bersalah, dimana unsur-unsur kesalahan yaitu harus ada kehendak, keinginan atau kemauan dari orang yang melakukan tindak pidana serta Orang tersebut berbuat sesuatu dengan sengaja, mengetahui dan sadar sebelumnya terhadap akibat perbuatannya. Kesalahan dalam arti sempit dapat diartikan kesalahan yang disebabkan karena si pembuat kurang memperhatikan akibat yang tidak dikehendaki oleh undang-undang.
• Pertanggungjawaban yang menentukan bahwa orang yang tidak sehat ingatannya tidak dapat diminta pertanggungjawabannya. Dasar dari pertanggungjawaban seseorang terletak dalam keadaan jiwanya.
Unsur material dari tindak pidana bersifat bertentangan dengan hukum, yaitu harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat sehingga perbuatan yang tidak patut dilakukan. Jadi meskipun perbuatan itu memenuhi rumusan undang-undang, tetapi apabila tidak bersifat melawan hukum, maka perbuatan itu bukan merupakan suatu tindak pidana. Unsur-unsur tindak pidana dalam ilmu hukum pidana dibedakan dalam dua macam, yaitu unsur objektif dan unsur subjektif. Unsur objektif adalah unsur yang terdapat di luar diri pelaku tindak pidana. Unsur ini meliputi :
• Perbuatan atau kelakuan manusia, dimana perbuatan atau kelakuan manusia itu ada yang aktif (berbuat sesuatu), misal membunuh (Pasal 338 KUHP), menganiaya (Pasal 351 KUHP).
• Akibat yang menjadi syarat mutlak dari delik. Hal ini terdapat dalam delik material atau delik yang dirumuskan secara material, misalnya pembunuhan (Pasal 338 KUHP), penganiayaan (Pasal 351 KUHP), dan lain-lain.
• Ada unsur melawan hukum. Setiap perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana oleh peraturan perundang-undangan hukum pidana itu harus bersifat melawan hukum, meskipun unsur ini tidak dinyatakan dengan tegas dalam perumusan.
Unsur lain yang menentukan sifat tindak pidana
Ada beberapa tindak pidana yang untuk mendapat sifat tindak pidanya itu memerlukan hal-hal objektif yang menyertainya, seperti penghasutan (Pasal 160 KUHP), melanggar kesusilaan (Pasal 281 KUHP), pengemisan (Pasal 504 KUHP), mabuk (Pasal 561 KUHP). Tindak pidana tersebut harus dilakukan di muka umum.
• Unsur yang memberatkan tindak pidana. Hal ini terdapat dalam delik-delik yang dikualifikasikan oleh akibatnya, yaitu karena timbulnya akibat tertentu, maka ancaman pidana diperberat, contohnya merampas kemerdekaan seseorang (Pasal 333 KUHP) diancam dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun, jika perbuatan itu mengakibatkan luka-luka berat ancaman pidana diperberat lagi menjadi pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.
• Unsur tambahan yang menentukan tindak pidana. Misalnya dengan sukarela masuk tentara asing, padahal negara itu akan berperang dengan Indonesia, pelakunya hanya dapat dipidana jika terjadi pecah perang (Pasal 123 KUHP).
Tindak pidana juga mengenal adanya unsur subjektif, unsur ini meliputi :
• Kesengajaan (dolus), dimana hal ini terdapat di dalam pelanggaran kesusilaan (Pasal 281 KUHP), perampasan kemerdekaan (Pasal 333 KUHP), pembunuhan (Pasal 338).
• Kealpaan (culpa), dimana hal ini terdapat di dalam perampasan kemerdekaan (Pasal 334 KUHP), dan menyebabkan kematian (Pasal 359 KUHP), dan lain-lain.
• Niat (voornemen), dimana hal ini terdapat di dalam percobaan ataupoging (Pasal 53 KUHP)
• Maksud (oogmerk), dimana hal ini terdapat dalam pencurian (Pasal 362 KUHP), pemerasan (Pasal 368 KUHP), penipuan (Pasal 378 KUHP), dan lain-lain
• Dengan rencana lebih dahulu (met voorbedachte rade), dimana hal ini terdapat dalam membuang anak sendiri (Pasal 308 KUHP), membunuh anak sendiri (Pasal 341 KUHP), membunuh anak sendiri dengan rencana (Pasal 342 KUHP).

C. SYARAT MELAWAN HUKUM
Suatu perbuatan dikatakan melawan hukum apabila orang tersebut melanggar undang-undang yang ditetapkan oleh hukum. Tidak semua tindak pidana merupakan perbuatan melawan hukum karena ada alasan pembenar, berdasarkan pasal 50, pasal 51 KUHP. Sifat dari melawan hukum itu sendiri meliputi :
a. Sifat formil yaitu bahwa perbuatan tersebut diatur oleh undang-undang.
b. Sifat materiil yaitu bahwa perbuatan tersebut tidak selalu harus diatur dalam sebuah undang-undang tetapi juga dengan perasaan keadilan dalam masyarakat.
Perbuatan melawan hukum dapat dibedakan menjadi :
• Fungsi negatif yaitu mengakui kemungkinan adanya hal-hal diluar undang-undang dapat menghapus sifat melawan hukum suatu perbuatan yang memenuhi rumusan undang-undang.
• Fungsi positif yaitu mengakui bahwa suatu perbuatan itu tetap merupakan tindak pidana meskipun tidak dinyatakan diancam pidana dalam undang-undang, apabila bertentangan dengan hukum atau aturan-aturan yang ada di luar undang-undang.
Sifat melawan hukum untuk yang tercantum dalam undang-undang secara tegas haruslah dapat dibuktikan. Jika unsure melawan hukum dianggap memiliki fungsi positif untuk suatu delik maka hal itu haruslah dibuktikan. Jika unsure melawan hukum dianggap memiliki fungsi negative maka hal itu tidak perlu dibuktikan.

D. KESALAHAN
Berkaitan dalam asas hukum pidana yaitu Geen straf zonder schuld, actus non facit reum nisi mens sir rea, bahwa tidak dipidana jika tidak ada kesalahan, maka pengertian tindak pidana itu terpisah dengan yang dimaksud pertanggungjawaban tindak pidana.
Tindak pidana hanyalah menunjuk kepada dilarang dan diancamnya perbuatan itu dengan suatu pidana, kemudian apakah orang yang melakukan perbuatan itu juga dijatuhi pidana sebagaimana telah diancamkan akan sangat tergantung pada soal apakah dalam melakukan perbuatannya itu si pelaku juga mempunyai kesalahan.
Dalam kebanyakan rumusan tindak pidana, unsur kesengajaan atau yang disebut dengan opzet merupakan salah satu unsur yang terpenting. Dalam kaitannya dengan unsur kesengajaan ini, maka apabila didalam suatu rumusan tindak pidana terdapat perbuatan dengan sengaja atau biasa disebut denganopzettelijk, maka unsur dengan sengaja ini menguasai atau meliputi semua unsur lain yang ditempatkan dibelakangnya dan harus dibuktikan.
Sengaja berarti juga adanya kehendak yang disadari yang ditujukan untuk melakukan kejahatan tertentu. Maka berkaitan dengan pembuktian bahwa perbuatan yang dilakukannya itu dilakukan dengan sengaja, terkandung pengertian menghendaki dan mengetahui atau biasa disebut dengan willens en wetens. Yang dimaksudkan disini adalah seseorang yang melakukan suatu perbuatan dengan sengaja itu haruslah memenuhi rumusan willens atau haruslah menghendaki apa yang ia perbuat dan memenuhi unsur wettens atau haruslah mengetahui akibat dari apa yang ia perbuat.
Disini dikaitkan dengan teori kehendak yang dirumuskan oleh Von Hippel maka dapat dikatakan bahwa yang dimaksudkan dengan sengaja adalah kehendak membuat suatu perbuatan dan kehendak untuk menimbulkan suatu akibat dari perbuatan itu atau akibat dari perbuatannya itu yang menjadi maksud dari dilakukannya perbuatan itu.
Jika unsur kehendak atau menghendaki dan mengetahui dalam kaitannya dengan unsur kesengajaan tidak dapat dibuktikan dengan jelas secara materiil -karena memang maksud dan kehendak seseorang itu sulit untuk dibuktikan secara materiil- maka pembuktian adanya unsur kesengajaan dalam pelaku melakukan tindakan melanggar hukum sehingga perbuatannya itu dapat dipertanggungjawabkan kepada si pelaku seringkali hanya dikaitkan dengan keadaan serta tindakan si pelaku pada waktu ia melakukan perbuatan melanggar hukum yang dituduhkan kepadanya tersebut.
Disamping unsur kesengajaan diatas ada pula yang disebut sebagai unsur kelalaian atau kelapaan atau culpa yang dalam doktrin hukum pidana disebut sebagai kealpaan yang tidak disadari atau onbewuste schuld dan kealpaan disadari atau bewuste schuld. Dimana dalam unsur ini faktor terpentingnya adalah pelaku dapat menduga terjadinya akibat dari perbuatannya itu atau pelaku kurang berhati-hati.
Wilayah culpa ini terletak diantara sengaja dan kebetulan. Kelalaian ini dapat didefinisikan sebagai apabila seseorang melakukan sesuatu perbuatan dan perbuatan itu menimbulkan suatu akibat yang dilarang dan diancam dengan hukuman oleh undang-undang, maka walaupun perbuatan itu tidak dilakukan dengan sengaja namun pelaku dapat berbuat secara lain sehingga tidak menimbulkan akibat yang dilarang oleh undang-undang, atau pelaku dapat tidak melakukan perbuatan itu sama sekali.
Dalam culpa atau kelalaian ini, unsur terpentingnya adalah pelaku mempunyai kesadaran atau pengetahuan yang mana pelaku seharusnya dapat membayangkan akan adanya akibat yang ditimbulkan dari perbuatannya, atau dengan kata lain bahwa pelaku dapat menduga bahwa akibat dari perbuatannya itu akan menimbulkan suatu akibat yang dapat dihukum dan dilarang oleh undang-undang.
Maka dari uraian tersebut diatas, dapat dikatakan bahwa jika ada hubungan antara batin pelaku dengan akibat yang timbul karena perbuatannya itu atau ada hubungan lahir yang merupakan hubungan kausal antara perbuatan pelaku dengan akibat yang dilarang itu, maka hukuman pidana dapat dijatuhkan kepada si pelaku atas perbuatan pidananya itu.

E. PERCOBAAN (POOGING)
Pada umumnya yang dimaksud dengan percobaan adalah suatu perbuatan dimana:
1. Ada perbuatan permulaan;
2. Perbuatan tersebut tidak selesai atau tujuan tidak tercapai;
3. Tidak selesainya perbuatan tersebut bukan karena kehendaknya sendiri
Sifat Percobaan, terdapat 2 pandangan:
1. Sebagai Strafausdehnungsgrund (dasar memperluas dapat dipidananya orang) sehingga, percobaan tidak dipandang sebagai jenis atau bentuk delik yang berdiri sendiri (delictum sui generis), tetapi dipandang sebgai bentuk delik tidak sempurna (onvolkomendelictsvorm). Dianut: Hazewinkel‐Suringa, Oemar Seno Adji
2. Sebagai Tatbestandausdehnungsgrund (dasar memperluas dapat dipidananya perbuatan). Sehingga, percobaan dipandang sebagai delik yang sempurna (delictum sui generis)hanya dalam bentuk yang istimewa. Dianut: Pompe, Muljatno
Percobaan adalah suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan akan tetapi pada akhirnya tidak ada atau belum berhasil. Percobaan atau poooging diatur dalam Bab IX Buku I KUHP Pasal 53. Dalam KUHP Indonesia tidak dijumpai mengenai rumusan arti atau definisi “percobaan”, yang dirumuskan hanyalah batasan mengenai kapan dikatakan ada percobaan untuk melakukan kejahatan. Yang dapat dipidana, hanyalah percobaan terhadap kejahatan dan tidak terhadap pelanggaran (pasal 54)
Sanksi untuk percobaan berbeda dengan delik yang sempurna. Yakni maksimum pidana yang dijatuhkan terhadap kejahatan yang bersangkutan dikurangi 1/3.
Syarat‐syarat untuk dapat dipidananya percobaan adalah sebagai berikut:
• Niat;
• Adanya permulaan pelaksanaan;
• Pelaksanaan tidak selesai bukan semata‐mata karena kehendaknya sendiri;
Menurut Moeljatno berpendapat bahwa niat jangan disamakan dengan kesengajaan tetapi niat secra potensial bisa berubah menjadi kesengajaan apabbbbla sudah di tunaikan menjadi perbuatan yang dituju. Pengertiannya :
• Semua perbuatan yang diperlukan dalam kejahatan telah dilakukan tetapi akibat yang dilarang tidak timbul
• Kalau belum semua ditunaikan menjadi perbuatan maka niat masih ada dan merupakan sifat batin yang memberi arah kepada percobaan.
• Oleh karena niat tidak sama dan tidak bisa disamakan dengan kesengajaan maka isinya niat jangan diambil dari sisi kejahatannya apabila kejahatan timbul untuk itu diperlukan pembuktian tersendiri bahwa isi yang tertentu jadi bahwa sudah ada sejak niat belum ditunaikan.
• Harus ada permulaan pelaksanaan pasal 53, hal ini tidak dicantumkan: Permulaan pelaksanaan.
• Menurut mut harus diartikan dengan permulaan pelaksanaan dengan kejahatan.
Jenis-jenis dalam percobaan terdiri atas :
1. Percobaan selesai atau percobaan lengkap (violtooid poging)
Adalah suatu suatu percobaan apabla sipembuat telah melakukan kesengajaan untuk menyelesikan suatu tindak pidana tetapi tdak terwujud bukan atas kehendaknya. Contoh : seorang A menembak B tetapi meleset.
2. Percobaan tertunda atau Percobaan terhenti atau tidak lengkap (tentarif poging)
Adalah suatu percobaan apabila tidak semua perbuatan pelaksanaan disyaratkan untuk selesainya tindak pidana yang dilakukan tetapi karena satu atau dua yang dilakukan tidak selesai. Contoh : A membidikan pistolnya ke B dan dihalangi oleh C
3. Percobaan tidak mampu (endulig poging)
Adalah suatu percobaan yang sejak dimulai telah dapat dikatakan tidak mungkin untuk menimbulkan tindak pidana selesai karena :
– Alat yang dipakai untuk melakukan tindak pidana adalah tidak mampu
– Obyek tindak pidana adalah tidak mampu baik absolut maupun relative.
Oleh karena itu dikenal 4 bentuk percobaan tidak mampu :
– Percobaan tidak mampu yang mutlak karena alat yaitu suatu percobaan yang sama sekali menimbulkan tindak pidana selesai karena alatnya sama sekali tidk dapat dipakai.
– Percobaan mutlak karena obyek yaitu suatu percobaan yang tidak mungkin menimbulkan tindak pidana selesi kaena obyeknya sama sekali tidak mungkin menjadi obyek tindak pidana.
– Percobaan relatif karena alat yaitu karena alatnya umumnya dapat dipai tetapi kenyataanya tidak dapat dipakai.
– Percobaan relatif karena obyek yaitu apabila subyeknya pada umumnya dapat menjadi obyek tindak pidana tetapi tidak dapat menjadi obyek tindaka pidana yang bersangkutan.
4. Percobaan yang dikualifikasikan
Yaitu untuk melakukan suatu tindak pidana tertentu tetapi tidak mempunyai hasil sebagaimana yang dirahakan, melainkan perbuatannya menjadi delik hukum lain atau tersendiri.

F. PENYERTAAN
Pengaturan mengenai penyertaan dalam melakukan tindak pidana terdapat dalam KUHP yaitu Pasal 55 dan Pasal 56. Dari ketentuan dalam KUHP tersebut dapat disimpulkan bahwa antara yang menyuruh maupun yang membantu suatu perbuatan tindak pidana dikategorikan sebagai pembuat tindak pidana.
Menurut Van Hamel dalam Lamintang mengemukakan ajaran mengenai penyertaan itu adalah[1]) : “Sebagai suatu ajaran yang bersifat umum, pada dasarnya merupakan suatu ajaran mengenai pertanggungjawaban dan pembagian pertanggungjawaban, yakni dalam hal dimana suatu delik yang menurut rumusan undang-undang sebenarnya dapat dilakukan oleh seseorang secara sendirian, akan tetapi dalam kenyataannnya telah dilakukan oleh dua orang atau lebih dalam suatu kerja sama yang terpadu baik secara psikis (intelektual) maupun secara material”.
Berdasarkan pasal-pasal dalam KUHP, penyertaan dibagi menjadi 2 (dua) pembagian besar, yaitu:
1. Pembuat atau Dader
Pembuat atau dader diatur dalam Pasal 55 KUHP. Pengertian dader itu berasal dari kata daad yang di dalam bahasa Belanda berarti sebagai hal melakukan atau sebagai tindakan[2]). Dalam ilmu hukum pidana, tidaklah lazim orang mengatakan bahwa seorang pelaku itu telah membuat suatu tindak pidana atau bahwa seorang pembuat itu telah membuat suatu tindak pidana, akan tetapi yang lazim dikatakan orang adalah bahwa seorang pelaku itu telah melakukan suatu tindak pidana. Pembuat atau dader sebagaimana ditentukan dalam Pasal 55 KUHP, yang terdiri dari :
• Pelaku (pleger). Menurut Hazewinkel Suringa yang dimaksud denganPleger adalah setiap orang yang dengan seorang diri telah memenuhi semua unsur dari delik seperti yang telah ditentukan di dalam rumusan delik yang bersangkutan, juga tanpa adanya ketentuan pidana yang mengatur masalah deelneming itu, orang-orang tersebut tetap dapat dihukum[3]).
• Yang menyuruhlakukan (doenpleger). Mengenai doenplagen atau menyuruh melakukan dalam ilmu pengetahuan hukum pidana biasanya di sebut sebagai seorang middelijjke dader atau seorang mittelbare tateryang artinya seorang pelaku tidak langsung. Ia di sebut pelaku tidak langsung oleh karena ia memang tidak secara langsung melakukan sendiri tindak pidananya, melainkan dengan perantaraan orang lain. Dengan demikian ada dua pihak, yaitu pembuat langsung atau manus ministra/auctor physicus), dan pembuat tidak langsung atau manus domina/auctor intellectualis[4]). Untuk adanya suatu doenplagen seperti yang dimaksudkan di dalam Pasal 55 ayat (1) KUHP, maka orang yang disuruh melakukan itu haruslah memenuhi beberapa syarat tertentu. Menurut Simons, syarat-syarat tersebut antara lain[5]) :
1) Apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu adalah seseorang yang ontoerekeningsvatbaar seperti yang tercantum dalam Pasal 44 KUHP.
2) Apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana mempunyai suatu kesalahpahaman mengenai salah satu unsur dari tindak pidana yang bersangkutan (dwaling).
3) Apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu sama sekali tidak mempunyai schuld, baik dolus maupun culpa ataupun apabila orang tersebut tidak memenuhi unsur opzet seperti yang telah disyaratkan oleh undang-undang bagi tindak pidana tersebut.
4) Apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu tidak memenuhi unsur oogmerk padahal unsur tersebut tidak disyaratkan di dalam rumusan undang-undang mengenai tindak pidana.
5) Apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana itu telah melakukannya di bawah pengaruh suatu overmacht atau di bawah pengaruh suatu keadaan yang memaksa, dan terhadap paksaan mana orang tersebut tidak mampu memberikan suatu perlawanan.
6) Apabila orang yang disuruh melakukan suatu tindak pidana dengan itikad baik telah melaksanakan suatu perintah jabatan padahal perintah jabatan tersebut diberikan oleh seorang atasan yang tidak berwenang memberikan perintah semacam itu.
7) Apabila orang yang disuruh melakukan suatu itndak pidana itu tidak mempunyai suatu hoedanigheid atau suatu sifat tertentu seperti yang telah disyaratkan oleh undng-undang yaitu sebagai suatu sifat yang harus dimiliki oleh pelakunya sendiri.
• Yang turut serta (medepleger). Menurut MvT adalah orang yang dengan sengaja turut berbuat atau turut mengerjakan terjadinya sesuatu. Oleh karena itu, kualitas masing-masing peserta tindak pidana adalah sama.
• Penganjur (uitlokker) adalah orang yang menggerakkan orang lain untuk melakukan suatu tindak pidana dengan menggunakan sarana-sarana yang ditentukan oleh undang-undang secara limitatif, yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu, menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, kekerasan, ancaman, atau penyesatan, dengan memberi kesempatan, sarana, atau keterangan[6]).
2. Pembantu atau medeplichtige
Sebagaimana disebutkan dalam Pasal 56 KUHP, pembantuan ada 2 (dua) jenis, yaitu :
• Pembantuan pada saat kejahatan dilakukan. Cara bagaimana pembantuannya tidak disebutkan dalam KUHP. Pembantuan pada saat kejahatan dilakukan ini mirip dengan turut serta (medeplegen), namun perbedaannya terletak pada :
1). Pada pembantuan perbuatannya hanya bersifat membantu atau menunjang, sedang pada turut serta merupakan perbuatan pelaksanaan.
2). Pada pembantuan, pembantu hanya sengaja memberi bantuan tanpa diisyaratkan harus kerja sama dan tidak bertujuan atau berkepentingan sendiri, sedangkan dalam turut serta, orang yang turut serta sengaja melakukan tindak pidana, dengan cara bekerja sama dan mempunyai tujuan sendiri.
3). Pembantuan dalam pelanggaran tidak dipidana (Pasal 60 KUHP), sedangkan turut serta dalam pelanggaran tetap dipidana.
4). Maksimum pidana pembantu adalah maksimum pidana yang bersangkutan dikurangi 1/3 (sepertiga), sedangkan turut serta dipidana sama.
• Pembantuan sebelum kejahatan dilakukan, yang dilakukan dengan cara memberi kesempatan, sarana atau keterangan. Pembantuan dalam rumusan ini mirip dengan penganjuran (uitlokking). Perbedaannya pada niat atau kehendak, pada pembantuan kehendak jahat pembuat materiel sudah ada sejak semula atau tidak ditimbulkan oleh pembantu, sedangkan dalam penganjuran, kehendak melakukan kejahatan pada pembuat materiel ditimbulkan oleh si penganjur.
Berbeda dengan pertanggungjawaban pembuat yang semuanya dipidana sama dengan pelaku, pembantu dipidana lebih ringan dari pada pembuatnya, yaitu dikurangi sepertiga dari ancaman maksimal pidana yang dilakukan (Pasal 57 ayat (1) KUHP). Jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana seumur hidup, pembantu dipidana penjara maksimal 15 tahun. Namun ada beberapa catatan pengecualian :
1. Pembantu dipidana sama berat dengan pembuat, yaitu pada kasus tindak pidana :
• Membantu merampas kemerdekaan (Pasal 333 ayat (4) KUHP) dengan cara memberi tempat untuk perampasan kemerdekaan,
• Membantu menggelapkan uang atau surat oleh pejabat (Pasal 415 KUHP),
• Meniadakan surat-surat penting (Pasal 417 KUHP).
2. Pembantu dipidana lebih berat dari pada pembuat, yaitu dalam hal melakukan tindak pidana :
• Membantu menyembunyikan barang titipan hakim (Pasal 231 ayat (3) KUHP).
• Dokter yang membantu menggugurkan kandungan (Pasal 349 KUHP).

G. GABUNGAN TINDAK PDANA (SAMENLOOP)
Gabungan tindak pidana (samenloop van starfbare feiten) terdiri atas tiga macam gabungan tindak pidana, yaitu :
1. Seorang dengan satu perbuatan melakukan beberapa tindak pidana, yang dalam ilmu pengetahuan hukum dinamakan “ gabungan berupa satu perbuatan” (eendaadsche samenloop), diatur dalam pasal 163 KUHP.
2. Seorang melakukan bebrapa perbuatan yang masing-masing merupakan tindak pidana, tetapi dengan adanya hubungan antara satu sama lain, dianggap sebagai satu perbuatan yang dilanjutkan (Voortgezette handeling), diatur dalam pasal 64 KUHP.
3. Seorang melakukan beberapa perbuatan yang tidak ada hubungan satu sama lain, dan yang masing-masing merupakan tindak pidana; hal tersebut dalam ilmu pengetahuan hukum dinamakn “gabungan beberapa perbuatan “(meerdaadsche samenloop), diatur dalam pasal 65 dan 66 KUHP.
________________________________________
[1]). P.A.F. Lamintang,Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia, Sinar Baru, Bandung, 1990, hlm. 594.
[2]). Ibid., hlm. 585.
[3]). Ibid, hlm. 599.
[4]). Ibid, hlm. 610 – 611.
[5]) Ibid.
[6]) Ibid.

Menanam Laba Dari Usaha Budidaya Kedelai

Sebagai salah satu tanaman penghasil protein nabati, kebutuhan kedelai di tingkat lokal maupun nasional masih cenderung sangat tinggi. Bahkan sekarang ini kedelai menjadi produk komoditas dagangan yang pasokannya di Indonesia sendiri masih belum tercukupi, sehingga beberapa pihak mulai melakukan impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan mereka setiap harinya.

Melihat tingginya kegiatan impor kedelai di negara Indonesia, tentunya memberikan sebuah indikator baru bagi kita semua bahwa peluang pasar kedelai sekarang ini masih sangat menjanjikan. Karena itu untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya, tidak ada salahnya bila Anda memanfaatkan peluang tersebut untuk mulai memproduksi kedelai dan membudidayakannya untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang masih sangat tinggi.

Konsumen
Pada dasarnya kacang kedelai sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak puluhan tahun silam. Biasanya sumber protein nabati ini diolah masyarakat menjadi makanan ataupun minuman pokok sehari-hari, ataupun untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. Misalnya saja seperti kebutuhan industri kuliner, sebut saja pada proses pembuatan tempe, kecap, tahu, tauco, tauge, dan pembuatan susu kedelai, atau pada industri non makanan contohnya untuk pembuatan kertas, cat air, tinta cetak, minyak kedelai, industri farmasi dan industri peternakan yang membutuhkan daun dan batang tanaman kedelai untuk pakan ternak maupun pembuatan pupuk kompos.

Konser Amal Internasional Maher Zain Di Serambi Mekkah

Tidak asing saat kita mendengar nama Maher Zain, penyanyi yang tenar melalui single Insyallah ini akan segera menghibur penggemarnya di tanah rencong pada 10 Oktober 2012 lewat tajuk “Konser Amal Internasional Maher Zain”.
Jujur saja, ditengah hiruk pikuk negeri tercinta yang mayoritas muslim tapi akhir-akhir ini seakan-akan sebagai seorang muslim kita merasa tercabik-cabik dengan berbagai peristiwa di media.
Kehadiran Maher Zain setidaknya mengobati kegalauan kita sebagai sosok muslim, yang moderat dan mengajak kepada Islam yang damai dengan dakwah bil hikmah (cara yang baik). Apalagi bila kita semua menyimak kisah Maher Zain yang baru 3,5 tahun mualaf .
Proses yang begitu panjang dan perjalanan bathin inilah yang menjadikannya sebagai seorang penyanyi dengan Genre “Islami”. Sebuah pilihan “berani” ditengah persaingan industri musik Luar Negeri yang luar biasa tetapi pilihan untuk terjun di musik Islami menjadikan dirinya di Idolakan oleh Generasi Muda khususnya di Negara-Negara Muslim seperti halnya di Indonesia dan belahan dunia lainnya.
Maher Zain fasih menyanyi dalam berbagai bahasa yaitu Inggris, Arab, Perancis, Urdu, Turki, Melayu, dan Indonesia. Kefasihan Maher dalam melafalkan lirik dalam bahasa Indonesia dapat dinikmati dalam lagu ‘For Rest Of My Life’ (album Thank You Allah – 2011) dan ‘Ku MilikMu’ serta ‘Tuntunku KepadaMu’ (album Forgive Me – 2012). Maher dengan pendekatan baru di musik mendapat sambutan hangat dari masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Baru-baru ini kedua album tersebut mendapat penghargaan sertifikat 25X Platinum atas kesuksesan penjualannya baik dalam bentuk CD maupun VCD. .
KONSER FORGIVE ME
para penggemar Maher Zain di Aceh tentunya akan sangat bergembira. Di bulan Oktober 2012 promotor Elhanief Organizer pimpinan H. Akmal Hanif, Lc dengan koordinator event Munzir Almunir akan menggelar konser Maher Zain di Banda Aceh. Dalam konferensi pers pihak promotor mengatakan “Konser Amal Internasional Maher Zain di Serambi Mekkah” ini sudah dipastikan akan terselenggara di Stadion H. Dimurtala Lampineung Banda Acehpada tanggal 10 Oktober 2012.
Untuk konser yang bertajuk “Konser Amal Internasional Maher Zain” akan ditampilkan dalam sajian yang istimewa dengan bintang pendukung Fadly “Padi” dan penyanyi asal Kanada, Irfan Makki.
Selain konser, Maher Zain juga akan melaksanakan kegiatan sosial berupa santunan kepada 5000 anak yatim Aceh korban konflik dan bencana alam tsunami, dan dalam hal ini pihak Elhanief Organizer bekerjasama dengan LSM FPA (Forum Peduli Aceh). Dan Pelantun Insyaallah ini dipastikan menggelar jumpa fans yang bertempat di Hermes Palace Hotel, pihak penyelenggara juga akan menampilkan beberapa tarian daerah Aceh seperti tari saman dan rapai geleng yang akan dipersembahkan kepada Maher Zain dan Tim nya.
Perjalanan karir
Sebelum menjadi penyanyi terkenal, Maher Zain merupakan seorang produser musik. Ia juga seorang pencipta lagu yang aktifitasnya lebih sering di balik layar.

“Saat itulah dia sempat jauh dari Islam dan tidak begitu dekat dengan Allah dan Rasul Muhammad. Namun usai kembali belajar Islam, pria ini menemukan kedamaian dan istiqamah untuk mensyiar kan islam,”

Pria kelahiran Tripoli, Libanon pada 16 Juli 1981 ini pindah ke Swedia pada usia delapan tahun. Dia menekuni bakat musiknya sejak kecil dan sempat bermukim di Amerika Serikat untuk mengembangkan karir musiknya. Di Swedia, Maher Zain bergabung dalam komunitas Muslim Stockholm dan aktif dalam kegiatan syiar keislaman. Disanalah Maher Zain menemukan titik terang karirnya.

Selanjutnya, Maher mengaku terinspirasi untuk menulis sekaligus membawakan lagu Islam dan menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kedamaian.
Mengenai inspirasi dalam menulis lagu, Maher mengaku bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Bahkan dalam perjalanannya menuju Indonesia awal Oktober, penyanyi yang memiliki tiga juta fans di facebook itu sudah mengarang lagu baru.

“Inspirasi itu mengalir dan bisa datang dari mana saja. Tapi saya selalu mencoba menggabungkan nuansa menghibur dan belajar. Maher Zain sukses sebagai penyanyi beraliran R&B bernafaskan Islam yang menyejukkan rohani. Lagu-lagunya berhasil mendapat hati di penikmat musik mancanegara.

Bahkan di vidoe “Youtube”, lagu-lagu Maher Zain selalu ditonton lebih dari sejuta orang. Yang paling fenomenal, lagu berjudul “Insya Allah” dikunjungi lebih dari 15 juta orang.

Kemudian lagu berjudul “For the Rest of My Life” dikunjungi lebih dari 5 juta orang, “the Chosen One” ditonton sekitar 4,8 juta orang, Palestine Will Be Free oleh sekitar 3 juta pengunjung.

Berikutnya lagu berjudul “Allahi Allah Kiya Karo” ditonton oleh 2,9 juta orang, “Awaken” lebih dari 1,9 juta orang, serta “Open Your Eyes” dan “Alhamdulillah/Thank You Allah” dengan masing-masing pengunjung mencapai 1,8 juta lebih.

Nama Maher Zain semakin melejit di Indonesia ketika ia berduet dengan vokalis Fadli “Padi” di lagunya, “Insya Allah”. Selain itu, Maher melantunkan satu lagu berbahasa Indonesia dengan fasih yakni “Sepanjang Hidup” versi terjemahan lagu “For the Rest of My Life”.

Penghargaan selama dua tahun terakhir juga mewarnai perjalanan karirnya. Pada 2010, sebuah stasiun radio terbesar di Mesri, Nagoom, memberikan “Nagoom FM Award” untuk “Best Religious Song 2009”.

Di tahun yang sama, karena penjualan album musiknya tercatat sebagai yang paling banyak selama satu dekade ini di Malaysia, Maher mendapat “Eight Platinum Awards” dari Warner Music Malaysia.

Sedangkan di Indonesia, Maher lebih fenomenal. Tahun 2011, ia sukses menyabet 10 platinum dari Sony Music Indonesia.

Tidak hanya itu saja, setiap konser Maher Zain nyaris tak ada satu pun kursi yang kosong. Ketika konser di Kanada, sebanyak 17.000 orang hadir, dan di Singapura sebanyak 8.000 orang menontonnya.

Maher juga pernah menggelar konser di Swedia, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Timur Tengah, dan Malaysia. Sedangkan di Indonesia, Maher sukses memuaskan penggemarnya di tiga kota berbeda, yakni Bandung, Surabaya, dan Jakarta.

Hindari diabetes sejak dari kandungan

Percayakah Anda, tahun 2030 mendatang diperkirakan akan ada 21,3 juta orang Indonesia mengidap diabetes? Bukan mustahil terjadi. Itu bisa Anda cegah sejak sekarang hanya dengan cara sederhana, memberi nutrisi cukup bagi bayi dalam kandungan Anda.

Menurut dr. Noroyono Wibowo, pakar Divisi Fetomaternal Departemen Obstetri Ginekologi UI-RSCM, pemenuhan gizi pada bayi penting dilakukan sejak dalam kandungan. Ini agar terhindar dari berbagai risiko kesehatan jangka panjang,  antara lain penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi.

“Fase pemenuhan gizi ibu dan bayi paling efektif harus dimulai sebelum masa kehamilan dan kemudian berfokus pada 12 minggu pertama masa kehamilan,” katanya pada sebuah simposium The Importance of EarlyLife Nutrition di Grand Hyatt, Jakarta.

Menurutnya, kehamilan sama pentingnya dengan hari pernikahan. Artinya, harus direncanakan dengan baik, calon ayah maupun ibu memenuhi kebutuhan gizi dengan baik dan menjaga pola hidup selalu tetap sehat.

“Dua belas minggu pertama masa kehamilan adalah yang terpenting dalam pembentukan ‘cetak biru genetik’ yang menentukan kesehatan anak hingga dewasa,” kata dr Bowo.

Singkatnya, dengan memberi nutrisi cukup bagi Anda yang tengah hamil dan bayi dalam kandungan, akan berdampak panjang. Sama dengan menghindarkan buah hati Anda dari ancaman silent disease yang mengintainya saat dewasa.

Sebuah penelitian menunjukkan, kekurangan mikronutrien berkaitan erat dengan risiko reproduktif, seperti kemandulan, kerusakan struktur janin, dan lain-lain. Mikronutrien yang perlu dikonsumsi pada masa sebelum dan tahap awal kehamilan, adalah asam folat, vitamin B12, vitamin B6, vitamin A, antioksidan, zat besi, zinc, dan tembaga.

Sebagai gambaran perbandingan, anak yang terpenuhi kebutuhan zat besinya sejak dalam kandungan, kemampuan membaca dan perbendaharaan katanya lebih baik daripada yang tidak mendapat asupan zat besi. Sayangnya, dr. Bowo menuturkan, fakta yang terjadi saat ini menunjukkan  tren kenaikan jumlah balita dengan kelebihan berat badan.

Menurut penelitian yang dilakukan sebuah produsen susu, jumlah anak lahir dengan berat badan dan tinggi badan kurang, menurun dibandingkan jumlah anak lahir dengan kelebihan berat badan. Padahal, seperti diketahui, berat badan berlebih merupakan awal dari penyakit-penyakit non menular seperti jantung, diabetes, dan hipertensi serta stroke. dtk

Vitamin A untuk pencegahan dan menyembuhan kanker

Jika selama ini asupan vitamin A selalu dikaitkan dengan kesehatan mata, penemuan terbaru menyatakan pentingnya vitamin ini untuk pencegahan dan menyembuhan kanker. Terutama pada pria, vitamin ini sangat membantu pada kasus kanker prostat. 

Penelitian yang dilakukan para ahli di University of York menemukan banyaknya kasus kanker prostat, akibat rendahnya kadar vitamin A dalam tubuh. Melalui studi ini, diharapkan masyarakat lebih memahami, bagaimana peranan vitamin A sebagai bahan anti kanker. 

“Kadar vitamin A yang redah pada tubuh, sangat memungkinkan sel-sel induk kanker untuk bertahan hidup. Sebaliknya, jika tubuh memiliki vitamin A yang cukup tinggi, ini akan dengan cepat membunuh sel kanker. Sel ini juga menjadi lebih rentan terhadap kemoterapi,” papar Prof. Norman Maitland, pemimpin studi ini.

Penelitian lain juga mengatakan, jika hampir 41.000 orang di Inggris, didiagnosis dengan kanker prostat. Meski 80 persen diantaranya dapat bertahan hidup, namun 10.000 orang meninggal setiap tahunnya, karena kasus ini.

“Para dokter memang menggunakan vitamin A untuk membunuh kanker, tetapi kita harus menggunakannya untuk memodifikasi sel-sel kanker, yakni mengatur sel tersebut agar tidak berkembang,” tambahnya. 

Untuk mendapatkan sumber vitamin A alami, Anda dapat mengkonsumi hati, keju, telur, ikan, susu ataupun yoghurt. Detik.comGambarGambar

Mengolah Pisang Menjadi Bisnis Sampingan Yang Menggiurkan

Memiliki waktu luang yang cukup longgar di sela-sela kesibukannya menjadi seorang ibu rumah tangga. Menginspirasi Dhani R. Satyadharma untuk mencari peluang bisnis sampingan yang bisa Ia kerjakan sembari mengawasi putra-putri tercintanya. Berbekal hobi memasak yang Ia miliki, Dhani mengikuti program kursus memasak kue dan mencoba membuat aneka macam kue basah berbahan dasar buah pisang.

Ketersediaan buah pisang yang cukup melimpah di segala musim, memudahkan Dhani untuk merealisaGambarsikan ide bisnis yang Ia miliki. Usaha yang Ia beri nama Rumah Pisang ini dirintis Dhani setelah Ia menikah dan memiliki seorang anak. Pada saat itu Dhani memilih resign dari pekerjaannya sebagai seorang marketing di salah satu perusahaan swasta, dan memutuskan stay di rumah untuk mengurus buah hatinya yang lebih membutuhkan kehadirannya setiap waktu.

Bingung mengisi waktu luang ketika anak-anaknya pergi ke sekolah, Dhani mencoba membuat banana cake untuk konsumsi pribadi dan keluarga. Tak disangka-sangka bila respon yang Ia terima caukup bagus, dari sinilah mulai banyak kerabat dekat yang memesan bolu pisang ke Dhani sehingga akhirnya Ia memberanikan diri mengangkat brand Rumah Pisang untuk memperkenalkan bisnis sampingan yang Ia jalankan kepada masyarakat luas.

Inovasi Untuk Meminimalisir Kompetisi

Berbeda dengan bolu pisang (banana cake) yang banyak beredar di pasaran, Dhani mencoba memberikan tampilan dan aneka pilihan rasa yang beragam sehingga bolu pisang yang Ia produksi terlihat lebih menarik dibandingkan kompetitor lainnya yang ada di sekitar. Ketika dipotong, banana cake yang diproduksi Rumah Pisang memiliki dua lapis sehingga menawarkan varian rasa yang lebih beragam. Sebut saja seperti banana cake original, choco chip, keju, kacang, kismis, potongan pisang, kurma, serta fruit mix. Setiap loyang banana cake berukuran 15cm x 15 cm, Ia bandrol dengan harga Rp 75.000,00 dan dilengkapi dengan kemasan produk yang menarik.

Disamping menawarkan bolu pisang sebagai produk andalan, Dhani juga menawarkan aneka produk olahan pisang yang tak kalah bersaing. Seperti banana oatmeal cookies, banana cake brownies, banana sale keju, banana sus, serta banana rainbow cake yang belakangan ini digandrungi masyarakat di Indonesia.

Memanfaatkan jaringan internet sebagai media pemasaran yang cukup efektif, sekarang ini Dhani telah berhasil memasarkan produk Rumah Pisang sampai ke Merauke, Papua. Setiap bulannya, setidaknya Dhani bisa menjual sekitar 200 loyang banana cake dan mendapatkan omzet 15 juta rupiah setiap bulannya. Dari omzet tersebut, Dhani bisa mengantongi laba sekitar 20% atau sekitar Rp 3 juta. Tertarik mencoba peluang bisnis sampingan ini?

Bagi para yang tertarik mengolah pisang menjadi bisnis sampingan yang menggiurkan, berikut salah satu resep membuat banana cake yang bisa Anda coba dari dapur rumah Anda. Selamat mencoba

Resep Banana Cake

Untuk 20 potong

Bahan:
250 g gula pasir

250 g telur ayam

150 g minyak sayur

100 g margarin, lelehkan

500 g pisang ambon yang masak, haluskan

Ayak jadi satu:

250 g tepung terigu

1 sdt soda kue

Cara Membuat : 

  • Siapkan loyang segi empat 20 cm atau bentuk lain.
  • Semir margarin dan taburi terigu.
  • Kocok gula dan telur sampai mengembang.
  • Masukkan pisang Ambon halus, aduk hingga rata.
  • Masukkan campuran tepung terigu sambil aduk rata.
  • Tambahkan minyak sayur dan margarin leleh, secara bertahap sambil aduk rata.
  • Tuang ke dalam loyang lalu ratakan.
  • Panggang dalam oven 180 C selama 45 menit.
  • Angkat dan dinginkan.

(Resep diambil dari detikFood)